Jangan Panggil Kami Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

DARADAENG.COM – Kalau kita mendengar atau membaca tulisan Pahlawan tanpa tanda jasa, maka ingatan kita akan tertuju kepada sekelompok atau seseorang yang pekejaanya, atau provesinya sehari hari sebagai guru ungkapan itu adalah ungkapan klasik tapi selalu aktual seiring dengan perkembangan zaman, sejak saya mulai sekolah di sd tahun 90an, saya sudah sering mendengar bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa dan sekarang. Diera 2000an ketika saya sudah menjadi guru, perikat itu tetap melekat erat dipundak guru “pahlawan tanpa tanda jasa”

Jangan Panggil Kami Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Suatu duplikat yang tidak pernah dan tidak akan pernah disematkan kepada profesi apapun yang ada dinegeri tercinta keculai guru, ketika diadakan suatu lomba atau audisi semisal, Indonesia Mencaribakat, kontes dangdut atau yang lagi populer saat ini yaitu Audusi Indonesian Idol atau olimpiade matematika, dan fisika

Pemilihan seseorang untuk menduduki jabatan penting dipemerintahan atau pun perusahaan atau apa saja, saya yakin percaya pemenagnya tidak akan mau kalah diberikan predikat gelar pahlawan tanpa tanda jasa semua ingin mencari tanda jasa, Guru telah mengabdikan diri untuk kepentigan bangsa dan negara, mengejar dan mendidik purta – putri tanpa mengenal lelah, telah banyak melahirkan pemimpin bangsa baik dari tingkat pusat maupun tingkat daerah.

Ada Yang menjadi Presiden, Menteri, Gubernur, Walikota, Bupati, Camat, Lurah, ada pula yang menjadi pemimpin Militer, Pengusaha, Politikus, dsb. Kesemua itu adalah orang – orang yang berhak mendapatkan tanda jasa dalam pengabdianya kepada bangsa dan negara, bahkan matipun masi diberi tanda jasa, dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, dan dinaikkan pangkatnya lebih tinggi tapi bagaimana dengan guru ? yang telah memberikan segalnya untuk bangsa dan negara yang telah melahirkan banyak pemimpin bangsa, hanya diberi gelar pahlawan tanpa tanda jasa

Mereka Guru tidak berhak untuk menikmati fasilistas Negara dan ketika dia meningal tidak berhak dimakamkan di taman makam pahlawan dan tidak dinaikkan pangkatnya setingkat lebih tinggi “Itulah Indonesia” ada apa dengan semua ini ?.

Saya bagian dari Kumunitas pahlawan tanpa tanda jasa mencoba mencari darimana sebenarnya sumber sehinggah guru disebut pahlawan tanpa tanda jasa, didalam UUD 1945 saya tidak menemukan adanya kata kata atau kalimat yang menegaskan bahwa guru itiu adalah Pahlawan tanpa tanda jasa demikian halnya dengan Udang-undang

No 20 Tahun 2003 tentang Pendidikan Sistem Nasional, dan UU No.14 Tentang Guru dan Dosen, tak satu pun pasal yang menjelaskan dan menegaskan bahwa guru itu pahlawan tanpa tanda jasa, hal yang sama ditemukan juga dalam Kepres dalam Peraturan Pemerintah yang terkait dengan materi pendidkan.

Saya pun yakin dan percaya bahwa isitilah pahlawan tanpa tanda jasa dengan guru bukanlah produk dari hasil Kongres dari Angota Persatuan Guru Repukblik Indonesi (PGRI).

Lalu kemudian muncul pertanyaan, siapa dan dari mana munculnya isitilah dan apa seseunguhnya tujuannya ? Kenapa disebut pahlawan tanpa tanda jasa hanya di lebelkan kepada Guru dan tidak dilebelkan kepada Profesi lain ?

Untuk situasi dan kondisi saat ini rasanya sudah tidak relavan dan tidak elok kalau peridikat Pahlawan Tanpa Tanda Jasa masih melekat dan disematkan kepada guru Jangan Panggil dan gelar lagi kami pahlawan tanpa tanda jasa, hidup guru Indonesia wassalam.

2 gagasan untuk “Jangan Panggil Kami Pahlawan Tanpa Tanda Jasa”

  1. Dan sekarang.., bukankah sudah sebaliknya?
    Profesi paling dimuliakan pemerintah adalah guru. Dengan Sertifikasi pendapatan sah guru menjadi 2 x lipat gaji PNS Lain.
    Apa lagi di kota, Guru bergelimang "Pengganti" Tanda jasa. Saat PSB mereka bergelimang uang. Belum lagi dari upaya wajib Bimbel yang dijalani sendiri. Dan dari bisnis buku, markup BOS dan lain-lain.

    Saya sangat menghormati guru2 saya dan guru2 dimasa saya belajar. Mereka puas hidup hanya dengan mengandalkan gaji PNS. Selebihnya bercocok tanam atau dagang kecil2an atau usaha yg tidak ada kaitannya dengan sekolah dan siswanya.
    Dan bila terdengar Lagu "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa", mereka menitikkan air mata haru.

  2. anak 2 kitalah yang akan membangkitkan penerus 2 indonesia ini makah dari itu gunakanlah otak kalian pikiran kalian utuk membangun indonesia ini dan terus membangun tuk selama lamanya…

Tinggalkan Balasan