Mengenal Adat dan Budaya Pulau Dewata Bali

DARADAENG.COMKebudayaan Pulau Dewata Bali. Bali merupakan sebuah pulau kebanggaan Indonesia. Bagaimana tidak, nama Bali sudah tersohor di seluruh penjuru dunia dan mampu memikat banyak wisatawan asing untuk berlibur di Bali. Tidak jarang wisatawan asing yang mengunjungi Bali lebih dari satu kali.

Meskipun Pulau Bali sempat mendapat teror bom dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, Bali tetap menjadi magnet untuk menarik wisatawan mancanegara. Adat dan budaya Bali membuat para turis mancanegara tersebut jatuh hati dan ingin terus kembali ke Pulau Dewata itu.

Selain menarik untuk dijadikan destinasi wisata dan liburan, Bali juga menyimpan banyak adat istiadat serta budaya yang selalu menarik untuk diperbincangkan. Banyak orang asing jauh-jauh bertandang ke Indonesia untuk mengenal lebih dekat kebudayaan Bali.

Tanah Lot

Adat dan Budaya Pulau Dewata Bali

Sebagai masyarakat Indonesia, kita patut bangga terhadap apresiasi warga negara asing terhadap kebudayaan saudara kita di Bali. Berikut adalah adat dan budaya Pulau Bali yang meliputi tahap kehidupan masyarakat asli Bali:

1. Kelahiran
Masyarakat Bali melakukan beberapa upacara dalam rangka kelahiran seorang bayi. Upacara pertama dilakukan sebelum bayi tersebut lahir. Upacara kedua digelar pasca kelahiran sang bayi dengan mengubur ari-ari bayi tersebut. Kemudian upacara yang paling besar diselenggarakan pada saat bayi sudah melewati usia setengah tahun atau 210 hari.

2. Nama
Berdasarkan adat dan budaya Bali, nama diberikan sesuai dengan urutan kelahiran anak. Anak pertama diberi nama Wayan atau Putu. Kemudian anak kedua adalah Made atau Kadek. Yang ketiga dinamai Nyoman atau Komang. Dan anak keempat diberi nama Ketut atau Alit. Selanjutnya pemberian nama anak kelima, keenam dan seterusnya kembali kepada urutan pertama.

3. Masa Anak-Anak
Ketika telah seorang bayi tumbuh beranjak menjadi anak-anak dan pubertas akan digelar sebuah upacara pemotongan gigi yang dianggap penting oleh masyarakat Bali.

4. Pernikahan
Budaya dan adat pernikahan Bali terbilang cukup unik. Pasalnya, jenis pernikahan dibagi menjadi dua, yaitu: Mapadik dan Ngorod. Mapadik adalah tradisi keluarga calon mempelai pria mengunjungi keluarga calon mempelai wanita untuk mengusulkan pernikahan (melamar) dan pernikahan akan berlangsung seperti pada umumnya.

Ngorod merupakan sebuah pernikahan sejenis kawin lari guna menghemat biaya. Seorang pemuda akan pergi dengan membawa serta calon istrinya dengan ijin dari keluarga si calon istri tersebut. Keberadaan sepasang calon suami istri tersebut tidak akan diketahui oleh keluarga pihak wanita sampai mereka meresmikan pernikahan mereka dan mengumumkannya.

Nah itulah kebudayaan pulau dewata bali. Semoga dapat menambah wawasan Anda.

Tinggalkan Balasan