Pengobatan Malaria yang Aman untuk Wanita Hamil

Pengobatan Malaria yang Aman untuk Wanita Hamil

DARADAENG.COM – Malaria disebabkan oleh virus parasit yang biasa disebut Plasmodium. Penyakit ini ditularkan dengan gigitan nyamuk yang terinfeksi parasit tersebut. Kemudian di dalam tubuh manusia parasit Plasmodium ini berkembang biak dan menginfeksi sel darah merah.

Malaria Pada Ibu Hamil, Wanita hamil sangat rentan terkena penyakit malaria yang sangat berbahaya bagi kesehatan ibu sekaligus kandungannya. Diduga bahwa penyakit ini dapat menyebabkan kematian ibu dan kandungannya, maka dari itu sangat ditekankan kepada wanita hamil selalu waspada. Apabila terjadi gejala malaria maka segerakan berobat agar tidak semakin parah.

Malaria sangat mudah menyerang wanita hamil, karena kondisi sistem imunnya yang menurun terhadap penyakit malaria. Oleh karena perubahan sistem imun dan hormonalnya, maka pertambahan parasit Plasmodium akan meningkat 10 kali lebih tinggi pada wanita hamil daripada yang tidak hamil.

Malaria dapat mengakibatkan komplikasi pada ibu dan janinnya, serta bayi yang baru lahir. Komplikasinya seperti anemia, demam, hipoglikemia, edema baru, sepsis, dan malaria serebrat. Pada kandungan malaria dapat menggugurkannya, menurunkan berat pada saat kelahiran, yang paling berbahaya adalah menyebabkan kematian, dan malaria bawaan.

Malaria pada Ibu Hamil
Nyamuk Malaria Sumber gambar:medicalxpress.com

Gejala Malaria pada Ibu Hamil

Wanita hamil harus memerhatikan keadaan fisiknya, jangan sampai terlalu lemah dan kurang beristirahat. Apalagi terhadap penyakit malaria ini, ada beberapa gejala yang harus dikenali jika terserang penyakit malaria, yaitu:

  • Demam: Badan menjadi panas tetapi perasaan dingin hingga penderita menggigil
  • Anemia: Tubuh menjadi lemah, disebabkan hemolisis karena terjadi penurunan asam folat.
  • Lien membesar: umumnya terjadi pada trimester II
  • Pada infeksi yang keras biasanya juga menimbulkan kejang, ikterus, diare, muntah, sampai koma.

Pencegahan dan penanggulangan malaria pada ibu hamil, diperlukan integrasi program ANC dalam berbagai upaya seperti:

  • Pencegahan dan pengobatan malaria pada ibu hamil harus didata terlebih dahulu.
  • Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K).
  • Penggunaan kelambu berinsektisida bagi ibu hamil/pasca melahirkan dan bayinya.
  • Kemudahan akses pelayanan kesehatan yang cepat untuk diagnosis dan pengobatan malaria.
  • Tanggap darurat terhadap kegawatdaruratan saat terserang malaria.
  • Peran serta aktif keluarga dan masyarakat dalam pencegahan malaria pada ibu hamil dan bayi.

Pencegahan dan Pengobatan Malaria dalam Kehamilan
Pada semua ibu hamil yang terserang malaria, pertama diberi pengobatan dosis terapeutik anti malaria

  1. Suplemen besi : 300 mg sulfas ferrosus (60 mg elemen besi)/hari, dan 1 mg folic acid/hari.
  2. Untuk pengobatan anemia moderat (Hb 7-10 g/dl) diberikan dosis besi 2x lipat.
  3. Periksa Hb setiap kali kontrol.

Perlindungan dari gigitan nyamuk: Kontak antara ibu dengan vektor dapat dicegah dengan :

  • Memakai kelambu yang telah dicelup insektisida (misal : permethrin)
  • Pemakaian celana panjang dan kemeja lengan panjang
  • Pemakaian penolak nyamuk (repellent)
  • Pemakaian obat nyamuk (baik semprot, bakar dan obat nyamuk listrik)
  • Pemakaian kawat nyamuk pada pintu-pintu dan jendela-jendela
  • Pengobatan Malaria Berat dalam Kehamilan

Menjaga kesehatan terutama pada ibu hamil sangat penting bagi kesehatan ibu dan anak. Tidak ada upaya yang bisa dilakukan diawal selain pencegahan. Maka dari itu kita selalu harus waspada terhadap berbagai penyakit yang bisa saja menyerang kapan saja. Demikian informasi tentang Obat Malaria yang aman untuk Ibu Hamil. Semoga dapat bermanfaat untuk Kita semua.

Tinggalkan Balasan