eranan Guru dan Ibu Terhadap Pendidikan Anak

Peranan Guru dan Ibu Terhadap Pendidikan Anak

DARADAENG.COM – Refleksi Hari Guru dan Hari Ibu, Setiap tanggal 25 Nopember dan 22 Desember selalu diperingati “Hari Guru” dan “Hari Ibu”, bagi bangsa Indonesia. Peranan/fungsi guru dan ibu (orang tua) erat kaitannya dengan pendidikan anak. Melalui proses pendidikan sang anak akan menjadi dewasa, baik sikap, pola pikir dan keterampilan menuju hidup mandiri, dimana dengan iman/moral, ilmu pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, sang anak kelak, akan mudah memenuhi kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan material, spiritual maupun kebutuhan sosial.

Mengenai peran guru terhadap pendidikan anak/generasi muda, berkaitan dengan pendidikan formal (persekolahan) mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan (SMA/SMK) dan Perguruan Tinggi.

Pendidikan Efektif Untuk Anak Usia Dini
Refleksi Hari Guru dan Hari Ibu

Dalam pendidikan formal (sekolah) ini, sang guru mempunyai peranan/fungsi yang utama yakni:

1. Menanamkan nilai moral agama, adat-istiadat utamanya melalui keteladanan, sehingga hubungan antara sesama manusia menjadi selaras dan harmonis (proses pendidikan)

2. Mentransfer ilmu pengetahuan terhadap peserta didik, yang dapat dijadikan alat hidup untuk menjalani dan menyempurnakan proses kehidupannya (proses pengajaran)

3. Memberikan keterampilan khusus terhadap peserta didik berdasarkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang dimilikinya sesuai dengan minat dan bakatnya, yang kelak akan dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan melalui dunia kerja guna memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri.

Mengenai peranan/fungsi Ibu dalam pendidikan adalah merupakan pendidik yang pertama dan utama (pendidikan informal/pendidikan keluarga). Dalam dunia pendidikan informal ini, sang ibu bersama sang ayah adalah pendidik yang pertama dan utama, karena sang ibulah yang pertama-tama melakukan kegiatan pendidikan bagi anak, terutama tentang pendidikan moral (moral agama), tata krama, adat-istiadat setempat.

Dengan nilai-nilai pendidikan moral ini sang anak dalam proses pergaulan sehari-hari akan menunjukkan tingkah laku/tata krama yang terpuji, jauh dari tingkah laku yang tercela.

Di samping itu sang ibu/sang ayah melakukan pula proses pendidikan (pendidikan keterampilan) yang berhubungan langsung dengan dunia kerja kelak, walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana, mulai dari pekerjaan dalam keluarga (rumah tangga) sampai dengan pekerjaan yang lebih luas, seperti bertani (bagi anak petani), berdagang (bagi anak pedagang), dan sebagainya.

Dengan demikian antara pendidikan informal (keluarga) dengan pendidikan formal (sekolah) dimana aktor utamanya adalah orang tua dan guru, harus bersinergi, bekerja sama demi tercapainya tujuan pendidikan bagi sang anak, yakni mengisi kepala si anak dengan ilmu pengetahuan, mengisi dada si anak dengan moral dan mengisi tangan si anak dengan keterampilan.

Keterpaduan antara ilmu pengetahuan, moral dan keterampilan akan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) si anak dan pada saat dewasa kelak anak memiliki lapangan kerja dan penghasilan yang memadai untuk membiayai hidupnya secara mandiri dan meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Satu gagasan untuk “Peranan Guru dan Ibu Terhadap Pendidikan Anak”

Tinggalkan Balasan