Tari Pakarena

Seni Tradisional Tari Kipas Pakarena Asal Makassar

Daradaeng.comTari kipas pakarena adalah ekspresi kesenian masyarakat kabupaten Gowa sulawesi selatan, tari pakarena ini yang kerap dipertontonkan untuk mempromosikan pariwisata Khas Sulawesi Selatan. Dalam bahasa makassar, asal kata pakarena berasal dari kata karena yang mempunyai makna main. Tari pakarena sering di tarikan keluarga kerabat Kerajaan Gowa sebagai wujud kecintaan Sultan Hasanuddin sebagai Raja Gowa yang Ke XVI pada tarian ini. Tarian ini telah menjadi kebiasaan di kalangan penduduk Gowa yang merupakan bekas Kerajaan Gowa.

Tak ada yang mengetahui persis sejarah tarian pakarena ini. Akan Tetapi menurut cerita tarian Pakarena bermula dari cerita atau kisah perpisahan pada penghuni boting langi (negeri khayangan) dengan penghuni lino (Bumi) pada zaman dulu kala, Konon kabarnya saat sebelum berpisah, penghuni boting langi pernah mengajarkan bagaimana caranya menjalani kehhidupan seperti cara bercocok tanam, memelihara binatang ternak, serta berburu kepada penghuni Bumi (Lino dalam bahasa bugis makassar), lewat gerakan-gerakan tubuh dan kaki. Setelah itu, gerakan-gerakan itu juga yang digunakan penghuni lino sebagai acara ritual untuk mengungkap rasa syukur pada penghuni negeri khayangan (boting langi).

Tari Pakarena

Tari Kipas Pakarena

Ekspresi kelembutan akan banyak tampak dalam gerakan tarian pakarena, hal ini mencerminkan sifat atau karakteristik perempuan Gowa yang memiliki sikap sopan santu, setia, patuh serta hormat pada laki laki pada umumnya, terutama pada suami. Pada dasarnya tarian pakarena sesungguhnya terdiri dari dua belas bagian, walau begitu sulit untuk di bedakan bagi orang awam lantaran pola gerakan pada satu bagian cenderung mirip dengan bagian yang lain.

Namun tiap-tiap pola memiliki makna tersendiri. Seperti gerakan duduk sebagai isyarat awal serta akhir pementasan tarian Pakarena. sedangkan pada gerakan berputar yang searah jarum jam melambangkan siklus hidup manusia. Sementara gerakan naik turun pada tarian pakarena mencerminkan perjalanan kehidupan yang terkadang berada dibawah dan terkadang diatas.

Tarian Kipas Pakarena mempunyai ketentuan yang begitu unik, dimana penarinya tidak diperbolehkan membuka matanya terlalu lebar, sementara gerakan kaki penari tidak bisa di angkat terlalu tinggi. Tarian ini kebanyakan berjalan selama kurang lebih dua jam, jadi penarinya dituntut untuk mempunyai keadaan fisik yang begitu Fit atau prima.

Pengiring Tari Pakarena
Pengiring Tari Pakarena Foto : Denassa

Sementara itu, iringan tabuhan gandrang tari pakarena yang di sambut dengan alunan seruling akan mengiringi gerakan para penari pakarena, gemuruh hentakan gandrang tari pakarena yang berfungsi sebagai pengatur irama yang di anggap sebagai cerminan dari watak para lelaki Sulawesi Selatan yang berwatak keras. Untuk pengatur irama musik pengiring, pemain Gandrang mesti memahami dengan gerakan tarian Pakarena. Grup pemusik yang menemani tarian ini umumnya berjumlah 7 orang, dan di kenal dengan istilah Gondrong Rinci.

Bukan sekedar penari saja yang bergerak, pemukul gandrang juga turut menggerakkan bagian badannya, terlebih kepala. Ada dua type pukulan yang di kenal dalam menabuh gandrang, yakni memakai stik atau bambawa yang terbuat dari tanduk kerbau, dan memakai tangan.

Tinggalkan Balasan