Taman Nasional Bantimurung

Wisata Maros dari Air Terjun, Karst Hingga Penangkaran Kupu-kupu

Daradaeng.com – Indonesia memiliki beberapa taman nasional yang di dalamnya menyuguhkan pesona wisata yang sangat menarik sekaligus edukatif. Kunjungan ke beberapa wisata edukasi memang menjadi pilihan terbaik bagi keluarga untuk mengajak anak-anak ikut menikmati liburan. Sehingga selain menyenangkan hati anak-anak dan memperkenalkan lokasi yang tidak biasa dikunjungi. Mereka pun bisa mendapatkan ilmu dan pemahaman baru mengenai atraksi, wahana, dan sebagainya di taman nasional tersebut.

Kunjungan ke Taman Nasional Bantimurung

Bagi yang menyempatkan waktu pergi berlibur ke Sulawesi Selatan dan singgah di kota Makassar, maka perlu meluangkan waktu. Singgah ke salah satu taman nasionalnya yang populer, yakni Taman Nasional Bantimurung di kawasan Maros, Makassar. Sebagai taman nasional, ternyata Bantimurung cukup terkenal bagi wisatawan lokal di sekitar Makassar. Namanya yang terkenal tentu memiliki daya tarik tersendiri, apalagi saat ini mulai ramai dikunjungi wisatawan dari luar daerah bahkan luar pulau. Terlebih mendekati moment libur panjang ataupun akhir pekan, maka pengunjung yang datang bisa lebih banyak dan dari berbagai daerah.

Taman Nasional Bantimurung
Taman Nasional Bantimurung

Taman nasional bantimurung terkenal sebagai obyek wisata yang menawarkan sejuta pesona keindahan alam. Pengunjung yang mampir kemari mengaku bahwa Bantimurung merupakan taman nasional dengan suguhan terlengkap. Pasalnya, disini pengunjung bisa menyaksikan keindahan alam berupa goa, cagar alam, penangkaran kupu-kupu, dan tentu saja pesona air terjunnya. Daya tarik utama wisatawan yang berkunjung memang pada pesona air terjun yang memberikan sensasi tersendiri. Kemudian pemandangan di sekitarnya pun sangat rupawan, sehingga menjadi lokasi favorit wisatawan untuk berlama-lama di kawasan taman nasional yang terkenal indah ini.

Pesona Air Terjun Khas Bantimurung

Keunikan pesona air terjun di Taman Nasional Bantimurung memang selalu berhasil menghipnotis para wisatawan yang berkunjung. Sentuhan unik terasa dari aliran air terjun yang diapit oleh tebing-tebing karst yang menjulang tinggi dan luas. Karst sendiri merupakan sebuah formasi pegunungan yang terbentuk akibat terkumpulnya bebatuan kapur. Ternyata karst di kawasan Bantimurung sendiri merupakan karst terbesar kedua di dunia, dan menjadi pesona terbaik di kawasan taman nasional ini.

Kawasan Karts Maros foto visitmaros
Kawasan Karts Maros foto visitmaros

Masing-masing karst terbentuk sendiri secara alami tanpa campur tangan manusia, sehingga tebing-tebingnya memiliki seni natural. Masing-masing deretan karst ada yang saling berhimpitan dan ada pula yang terpisah atau berdiri sendiri. Deretan karst yang saling berkelompok membentuk pemandangan kumpulan bukit atau pegunungan yang unik dan berwarna putih keabuan. Uniknya lagi, disini wisatawan bisa menyaksikan satu karst yang menjulang paling tinggi, dan dikenal sebagai tower karst.

Disebut sebagai tower, karena posisi dan bentuknya yang menjulang tinggi menyerupai tower dan terbentuk secara alami. Air terjun yang eksotik ini mengalir dari puncak karst tertinggi tersebut, dan ke bawah bentuknya semakin melebar. Air terjun yang berasal dari puncak karst ini memiliki total ketinggian sekitar 20 meter dengan lebar mencapai 15 meter. Air yang bersumber dari mata air alami pegunungan menjadikannya jernih sekaligus menyejukkan. Tak heran jika banyak wisatawan yang mencoba bermain air dan berenang di sekitar kolamnya. Beberapa pengunjung bahkan mengaku sering lupa waktu jika sudah berendam dan bermain air di bawah air terjunnya yang sejuk.

Air terjun di kawasan Bantimurung
Air terjun di kawasan Bantimurung Lacolla Cenrana foto visitmaros

Air terjun di kawasan Bantimurung ini pertama kali ditemukan dan diperkenalkan oleh seorang naturalis sekaligus kolektor asal Inggris, yakni Alfred Russel Wallace. Berdekatan dengan kawasan air terjun, ia menemukan beberapa goa yang masih sangat alami pada tahun 1919. Inilah kali pertama masyarakat sekitar mulai berkenalan dengan goa yang kemudian diberi nama Goa Mimpi dan juga Goa Batu. Oleh Wallace pula kawasan air terjun dan goa-goa indah di sekitarnya kemudian dijadikan sebagai lahan konservasi. Tidak heran jika sampai sekarang kawasan ini mendapatkan perhatian khusus yang kemudian diubah menjadi sebuah taman nasional yang menyimpan pesona alam yang tangguh.

Kawasan Bantimurung tercatat memiliki sekitar 268 goa, beberapa memiliki panjang lorong yang lumayan panjang. Namun ada pula yang rute mulut goa sampai ke ujung pintu goa lainnya berjarak hanya beberapa meter saja. Goa Leang Leaputte menjadi goa yang terdalam di kawasan taman nasional satu ini dengan kedalaman mencapai 260 meter. Kemudian ada pula Goa Salukan Kallang yang dikenal sebagai goa terpanjang dengan panjang mencapai 270 meter. Meski dikenal sebagai goa terdalam dan terpanjang, namun namanya masih kalah populer dengan Goa Mimpi dan Goa Batu.

Pesona Penangkaran Kupu-kupu

Selain menyajikan pemandangan mempesona dari deretan goa dan keindahan bentangan alam air terjunnya. Taman Nasional Bantimurung juga menyimpan koleksi kupu-kupu yang lengkap dan beberapa termasuk spesies langka di Museum Kupu-kupu. Selain itu, terdapat pula penangkaran kupu-kupu yang memberikan kesempatan wisatawan menyaksikan kupu-kupu terbang bebas di habitat aslinya. Disini wisatawan akan menjumpai ribuan kupu-kupu beterbangan diantara bunga dan semak belukar. Pesona dari ribuan kupu-kupu yang indah dan hadir dengan beragam ukuran memang menjadi satu diantara sekian daya tarik unik khas Bantimurung.

Musium kupu kupu Bantimurung Maros
Musium kupu kupu Bantimurung Maros

Kepakan sayapnya yang berwarna dan bermotif cantik menjadi warna tersendiri diantara tanaman dan pepohonan hijau. Wallace ternyata pernah menyempatkan diri untuk tinggal di kawasan penangkaran kupu-kupu setidaknya setahun. Tujuannya adalah untuk mempelajari atau meneliti sekitar 150 spesies kupu-kupu yang ternyata tergolong langka. Uniknya, mayoritas kupu-kupu hidup maupun yang sudah diawetkan hanya bisa dijumpai di kawasan Bantimurung. Selepas Wallace singgah kemari, Bangsa Belanda mulai memasuki kawasan ini dan menyebutnya sebagai Kingdom of Butterfly. Lantaran ribuan spesies kupu-kupu bisa dijumpai terbang bebas di kawasan yang cukup hijau dan indah ini.

Cinderamata Kupu Kupu Maros
Cinderamata Kupu Kupu Maros

Saat ini oleh pihak pengelola taman nasional, membangun area khusus untuk kebutuhan penangkaran kupu-kupu seluas dua hektar. Tujuannya adalah untuk melestarikan berbagai spesies kupu-kupu yang hidup disini selama puluhan tahun. Apabila digabungkan dengan area lainnya dikhawatirkan akan terganggu oleh hewan jenis lain atau oleh wisatawan yang datang. Sebagai kawasan taman nasional, partisipasi pengunjung dan masyarakat sekitar sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian di dalamnya. Pesona keindahan di dalam kawasan taman nasional akan mudah pudar apabila sering dikunjungi wisatawan yang tidak merasa terlibat dalam menjaga kelestariannya.

Akses Menuju ke Kawasan Taman Nasional

Bagi yang tertarik untuk singgah ke kawasan taman nasional dengan segudang pesona ini bisa menempuh perjalanan dengan beberapa metode. Wisatawan bisa memilih menyewa kendaraan sendiri berupa mobil untuk lebih nyaman sampai ke lokasi. Akses jalan yang sudah dalam kondisi yang baik menjadikan kawasan ini bisa disambangi dengan mobil pribadi. Pilihan lain untuk mampir ialah memanfaatkan kendaraan umum yang oleh masyarakat Makassar disebut sebagai pete-pete. Perjalanan dari pusat kota Makassar akan membutuhkan waktu sekitar satu jam saja. Perjalanan yang tergolong cukup singkat dan tanpa kendala berarti untuk lokasi wisata mempesona dan edukatif.

Tinggalkan Balasan