Kategori
Daradaeng

10 Makanan Khas Sulawesi Yang Bikin Kamu Ketagihan

Daradaeng – Sulawesi bukan cuma terkenal akan keindahan panorama alamnya yang begitu mempesona serta keramah tamahan penduduknya. Terdapat beraneka ragam jenis makanan khas Sulawesi yang kelezatannnya hmmm tiada tara, sekali mencoaba menecicipi masakannya maka lidah anda terasa pahit jika berhenti memakannya. Nah makanan apasajakah yang lezat dan nikamat di tanah sulawesi, yuk mari kita samak 10 daftar makanan lezat dan nikmat berikut ini:

Daftar Makanan Khas Pulau Sulawesi

1. Coto Makassar

Ini dia makanan khas Sulawesi yang sudah mendunia, sama melegendanya dengan masakan Padang. Warung atau restoran penjual Coto Makassar bisa anda dapati dengan enteng di beberapa kota besar, mungkin saja ada pula di kota tempat tinggal anda saat ini. Sayangnya, anda yang vegetarian tak dapat nikmati hidangan lezat ini lantaran bahan dasarnya yaitu jeroan serta daging sapi yang sudah di rebus dalam waktu yang cukup lama dalam air yang habis dipakai untuk membersihkan beras plus kacang tanah yang telah dihaluskan.

Coto Makassar

Dan untuk bumbunya adalah bawang putih, bawang merah, garam, ketumbar serta jintan sangria, kemiri dan merica. Coto Makassar lebih lezat disantap waktu masih hangat bersama-sama ketupat atau buras. trebayang kan bagaimana lezatnya kuliner legendaris ini?

2. Jalangkote

Jalangkote

Jalangkote yaitu sejenis makanan khas Sulawesi yang memiliki bentuk menyerupai pastel. Perbedaannya pada bagian kulit jalangkote lebih tipis serta isi dibagian dalamnya tidak sama seperti pastel. Jalangkote umumnya berisi potongan wortel serta kentang berupa dadu, tauge (kecambah) dan soun. yang ditumis bersama-sama bawang merah, bawang putih, garam serta merica. Saus tomat umumnya bakal di sajikan berbarengan jalangkote agar terasa makin nikmat. Di Sulawesi, jalangkote kerap disajikan juga sebagai menu buka puasa.

4. Bubur Manado

Nah, ini dia makanan khas Sulawesi idola saya. Bubur Manado cukup disenangi oleh orang yang di luar pulau sulawesi, termasuk juga di Jawa. Ini lantaran cara membuatnya cukup gampang serta kandungan gizinya juga sangatlah tinggi. Seperti bubur biasanya, bubur Manado terbuat dari beras yang dimasak serta diaduk-aduk sampai mengental bersama-sama garam, merica serta bawang putih.

Bubur Manado

Labu kuning, bayam, kangkung serta daun kemangi bisa ditambahkan sesaat saat sebelum bubur betul-betul masak. Dapat pula ditambahkan jagung manis yang telah dipipili, atau ubi jalar merah. Bubur yang cocok untuk para vegetarian ini umumnya di sajikan bersama-sama sambal serta ikan asin yang digoreng kering. Cocok untuk menu sarapan pagi.

5. Buras/Burasa

Burasa

Jika di lihat sekilas buras/burasa menyerupai dengan lemper, kue basah khas Jawa. Bedanya, jika lemper terbuat dari beras ketan, buras memakai beras sebagai bahan dasarnya, serta keduanya keduanya sama dibungkus dengan daun pisang. Cara memakannya yaitu dengan mencelupkan buras pada bumbu kelapa kering yang telah di campur dengan gula, garam dan cabai. Buras sangat cocok disantap kala sore hari sebagai teman ngopi atau ngteh. Moment syukuran, pernikahan serta pada saat lebaran rasanya tak lengkap tanpa adanya jajanan khas dari Makassar yang satu ini burasa.

6. Mie Titi

Mie Titi

Jika di Provinsi Aceh terdapat Mie Aceh, nah di makassar ada Mie Titi. Mie Titi mulai popular di Sulsel mulai sejak tahun 70-an dengan ciri khas pada pemanfaatan mie kering yang lebih tipis dari pada mie umumnya. Mie Titi pertama kali di buat oleh Ang Kho Tjau, beliau adalah seorang pemilik kedai keturunan China/tionghoa, yang lalu menurunkan ketrampilan membuat mie tipis pada anak-anaknya. Mie Titi selalu mengalami evolusi dalam soal rasa serta cara penyajiannya. Umumnya mie Titi di sajikan bersama-sama kuah kental plus irisan daging ayam, jamur, hati, cumi serta udang, dan taburan bawang goreng. Waktu paling pas menyantap mie Titi yaitu pada malam hari setelah turun hujan guna untuk menetralisir rasa dingin yang menggigit tulang.

7. Pisang Epe

Pisang Epe

Senang dengan yang manis-manis? nah ini dia jajanan khas Sulawesi yang perlu anda coba. Kuliner khas Sulawesi selanjutnya terbuat dari pisang yang belum terlalu matang, dipipihkan selanjutnya dibakar hingga sedikit gosong. Cara menikmatinya yaitu dengan mencelupkan pisang bakar tadi ke saus gula merah. Waktu paling tepat nikmati pisang epe yaitu kala anda tengah bertandang ke Pantai Losari, Makassar. Memandangi deburan ombak, atau melihat pemandangan sunset dengan ditemani makanan ringan tradisional yang lezat merupakan pengalaman yang tidak ternilai harganya.

8. Lapa-lapa

Lapa-lapa

Lapa-lapa yaitu makanan khas sulawesi tenggara, lapa-lapa memiliki rasa yang gurih dan nikmat di lidah, terlebih dimakan dengan ikan asin semakin menambah selera makan anda. Kuliner ini bila di jawa kemungkinan lebih dikenal dengan lepet/lepat, namun cara memasak lapa-lapa tidak sama dengan lepet/lepat lantaran bila lapa-lapa berasnya dimasak bersama-sama santan, hingga setengah masak lalu diangkat. Kemudian didinginkan, serta setelah itu dibungkus dengan janur. Kemudian di rebus kembali hingga masak. Agar terasa lebih gurih, lapa-lapanya dikukus agak lama.

9. Kaosami
Sebutan itu untuk sebagian besar orang-orang di Sulawesi Tenggara sudah tak asing. Kasoami (soami) merupakan makanan khas sulawesi tenggara yang berbahan dasar ubi. Sistem pembuatannya untuk sudah terbiasa tentu tidak sukar. Namun untuk pemula pasti membutuhkan kesabaran dalam proses pembuatannya.

Kaosami

Kasoami sangatlah enak apabila di nikmati dengan ikan asin. Cara membuatnya yaitu ubi yang telah dibersihkan dihalusakan denan cara diparut. Kemudian ubi diperas. Umumnya proses ini membutuhkan peralatan khusus untuk memerasnya. Peralatan ini intinya memiliki fungsi untuk bagaimana supaya ubi yang diperas itu cepat kering.

10. Kapurung
Kapurung yaitu salah satu makanan tradisional yang popular di daerah Luwu (Luwu Timur, Palopo, Luwu Utara). Jika di lihat sepintas kapurung menyerupai dengan bubur Manado lantaran keduanya sama memakai sayur mayur juga sebagai campurannya. Bedanya, kapurung terbuat dari tepung sagu serta bumbu halus yang terbagi dalam cabai rawit dan air perasan jeruk nipis. Daging ayam rebus yang telah disuwir-suwir serta potongan terong ungu ditambahkan bersama kangkung, daun pakis atau daun katuk.

ALTERNATIVE TEXT

Kapurung juga di kenal di Kepulauan Maluku dengan nama yang berlainan, yakni pepeda. Rasa yang unik serta kandungan gizi yang tinggi membuat kapurung cukup disenangi masyarakat di luar pulau sulawesi dan dimasukkan kedalam daftar menu berapa restoran populer bersama-sama masakan modern yang lain. Ingin mencoba kuliner Khas Pulau sulawesi di atas di tunggu deh kedatangaanya.

Kategori
Daradaeng

Ritual Adat Bugis Makassar Sigajang Laleng Lipa

Daradaeng – Sigajang laleng lipa adalah sebuah ritual menyelesaikan sebuah masalah, adat ini yang berasal dari Sulawesi Selatan, Sigajang Laleng Lipa adalah dua orang berduel dalam satu sarung menggunakan badik/kawali (senjata tradisional masyarakat bugis).

Dua perwakilan keluarga yang bertikai harus diselesaikan dengan saling tikam di dalam sebuah sarung. Tradisi yang di lakukan pada masa kerajaan Bugis merupakan upaya terakhir dari suatu permasalahan adat yang tidak bisa terselesaikan melalui musyawarah untuk mencapai mufakat, walaupun nyawa jadi taruhannya, namun jika melakukan sigajang kedua bela pihak yang bertikai tidak harus lagi ada rasa dendam yang terpendam dan menganggap perkara sudah selesai.

Sigajang Laleng Lipa

Konon, Sigajang Laleng Lipa/Sitobo laleng lipa ini kerap terjadi pada masa kerajaan bugis kala dalam sarung keluarga merasa harga dirinya terinjak. Karena ke 2 keluarga tersebut merasa benar, maka permasalahan ini harus diselesaikan dengan Sigajang Laleng Lipa. Walaupun kadang hasil dari Sigajang Laleng Lipa kebanyakan berakhir imbang. Kalau tidak sama-sama meninggal, keduanya sama-sama hidup.

Akan tetapi seiring dengan kemajuan pendidikan maka ritual semacam ini telah ditinggalkan oleh masyarakat bugis makassar, Namun kini tradisi Sigajang ini telah dilestarikan sebagai warisan budaya leluhur Sulawesi Selatan, yang dipentaskan diatas panggung, Pementasan ini di awali dengan aksi bakar diri meski lengan penari dibakar dengan obor namun para penari tetap terseyum seolah tidak merasakan panas sengatan api, setelah itu barulah kedua kubu perserta sigajang leleng lipa di beri mantra oleh seorang bissu dan melakukan pementasan sigajang laleng lipa.

Adapun Nilai-nilai dari ritual Sigajang Laleng Lipa (duel satu sarung), yang diartikan sarung sebagai simbol persatuan dan kebersamaan masyarakat Bugis Makassar, berada dalam satu sarung berarti kita dalam satu habitat bersama. Jadi sarung yang mengikat kita bukanlah ikatan serupa rantai yang sifatnya menjerat, akan tetapi menjadi sebuah ikatan kebersamaan di antara manusia.

Inilah ciri khas budaya Bugis Makassar, ketika sebuah perselisihan tak dapat lagi dihindari, maka harga diri harus ditegakkan dengan cara saling meniadakan nyawa. Di saat seperti itu konflik berdarah mengacu kepada sebuah orientasi ujian kemuliaan seorang manusia. Demikian Atrikel tentang tradisi sigajang laleng lipa pada suku bugis makassar. Wassalam.

Kategori
Riview

Manfaat Kasumba Bugis Mengobati Sakit Cacar Air

DaradaengKasumba bugis atau kasumba turate adalah Herbal sulawesi untuk mengatasi penyakit sarampa atau campak atau cacar air atau puru benteng dan telah menjadi herbal andalan bagi orang sulawesi untuk mengatasi penyakit tersebut, Kasumba dalam bahasa Makassar, atau Kesumba dalam Bahasa Bugis. Sejatinya adalah pucuk bunga yang diyakini dan terbukti mampu mengobati penyakit cacar air. Kesumba sendiri terdiri dari dua jenis

Cippe Lamuci yang Berasal dari bunga/putik bunga benalu yang menempel atau menumpang tumbuh pada tanaman besar seperti Jeruk Nipis/Buah, pohon Kapuk dan tanaman lainnya. pada umumnya kesumba bugis dimanfaatkan untuk mengobati penyakit cacar air, Cippe Lamacui yang menempel pada jeruk nipis lebih berkhasiat dibanding yang lainnya. Uniknya, untuk keperluan pengobatan, benalu ini harus dipetik langsung pada pagi hari saja dan tidak boleh diambil dengan bantuan penjolok/sulur bambu panjang. dan kesumba terate yang berasal dari bunga/putik daun teratai Kuma-kuma (Crocus sativus) Putik/bunga dari tanaman tersebut lalu dikeringkan, warnanya merah.

Manfaat Kasumba Bugis

Beberapa mitos mengatakan bila bayi atau anak-anak terkena sakit cacar air, maka mereka tak diperkenangkan untuk mandi. Namun hal demikian tentunya tidak benar. Karena penyakit ini bukanlah keadaan yang menyebabkan seseorang dilarang mandi. mandi justru akan menjaga tubuh tetap bersih dan terhindar dari infeksi kuman yang lainnya, gejala Penyakit Cacar Air/Sarampa adalah terkena demam selama 3 hari lamanya, timbulnya bintil-bintil merah pada kulit yang lama kelamaan akan berubah menjadi gelembung berisi cairan bening seperti air mata, terasa gatal-gatal pada kulit yang Kadang disertai batuk dan pilek.

Cara Lain mengatasi Cacar Air


Basuhlah dengan air hangat dan lakukan dengan lembut atau boleh juga berendam sebentar dengan cairan antiseftik. Kemudian keringkan hati-hati dengan cara ditepuk-tepuk ringan hingga kering. Setelah itu bubuhkan bedak pada gelembung berisi cairan bening yang masih utuh.
Jangan pernah memecahkan gelembung cairan atou melepaskan keropeng sebab bisa menyebabkan infeksi kilit
Untuk gelembung yang sudah pecah, cairan bening yang ada di dalamnya akan mengering sendiri. Jadi biarkan saja. Bila dikelupas, dikhawatirkan akan membekas. Yang harus dilakukan adalah mengoleskan salep antivirus dari dokter pada tempat cacar yang sudah pecah. Biarkan hingga keropengnya mengering dengan baik dan terlepas sendiri.

Mengobati Carar Air dengan Daun Paria

Cara membuat ramuan. Ambillah beberapa lembar daun Paria, irisan dua siung bawang merah, garam secukupnya, 5 sendok minyak goreng kelapa, kesumba bugis kemudian Remas hingga menjadi satu, hingga garamnya lumer bersama minyak gorengnya. Getah daun Paria yang telah menyatu dengan minyak goreng dan kesumba bugis, dioleskan kesekujur tubuh penderita cacar. Ingat, jangan hanya dioleskan pada daerah yang kena cacar, melainkan disekujur tubuh.

Kategori
Suku Bugis

Mengenal Suku Bugis Sejarah, Kebudayaan, Dan Adat Istiadatnya Lengkap

DARADAENG – Suku Bugis dikenal sebagai suku yang sangat mempertahankan harga diri dan kebudayaannya. Terbukti akan sekecil apapun masalahnya dan siapapun pelakunya maka mereka akan ditindak secara tegas. Walaupun pelakunya adalah keluarga/kerabatnya sendiri.

Suku Bugis juga mempunyai kebudayaan yang unik dan bahkan tetap eksis sampai saat ini. Karena suku ini memiliki keberagaman budaya yang tak kalah menariknya dengan suku lainnya di Sulawesi Selatan. Walaupun zaman sudah semakin modern, tapi kebudayaan suku ini masih menjadi sorotan yang menarik untuk ditelisik lebih jauh keunikannya. Keberagaman budaya pada Suku Bugis antara lain :

Adat Perkawinan Dalam Suku Bugis

Perkawinan adalah hal yang sakral yang dimana laki-laki dan perempuan saling terikat oleh satu janji dalam membangun rumah tangga. Masyarakat Suku Bugis juga memandang perkawinan sebagai hal yang sangat penting, sampai membuat sebuah kriteria yang dianggap sebagai perkawinan yang ideal.

Pembagian Perkawinan Suku Bugis

Sama dengan masyarakat pada Suku Jawa yang memandang bobot, bibit, bebet sebelum melangsungkan perkawinan. Masyarakat suku ini juga mempunyai kriteria tertentu di dalam perkawinan mereka. Berikut ini pembagian perkawinan pada Suku Bugis :

Assialang Marola

Di dalam Bahasa Makassar istilah ini disebut dengan Passialeng baji’na. bentuk perkawinan ini disebut dengan bentuk ideal yang utama. Karena perkawinan oleh masyarakat Suku Bugis yang dilaksanakan antara saudara sepupu sederajat ke satu, baik pihak ayah atau ibu.

Assialana Memang

Passialleana, begitulah masyarakat Suku Bugis menyebutnya. Seperti Assialan Marola perkawinan ini juga melibatkan saudara sepupu tapi pada sederajat yang kedua baik dari pihak ayah atau ibu.

Ripanddepe’ Mabelae

Perkawinan ideal yang satu ini biasanya antara sepupu sederajat ketiga baik dari pihak ayah atau ibu. Biasanya hal ini dinamakan nipakambani bellaya oleh masyarakat Bugis. Sebagai bentuk idealnya yang terakhir, ternyata perkawinan juga mempunyai makna untuk merekatkan kembali kekerabatan yang agak jauh.

Walaupun masyarakat Bugis menciptakan konsep perkawinan dengan sedemikian rupa, maka hal ini bukan suatu kewajiban yang harus diikuti. Sehingga banyak juga yang melaksanakan perkawinan tanpa mengacu pada konsep di atas.

Kegiatan Sebelum Perkawinan

Sama dengan masyarakat lain secara umum, masyarakat Suku Bugis juga mempunyai kegiatan sebelum melangsungkan pernikahan. Yang dimana setiap kegiatannya memiliki makna dan tujuannya masing-masing. Berikut kegiatan masyarakat Suku Bugis sebelum perkawinan :

Mappuce-puce

Kegiatan yang satu ini dinamakan peminangan. Sama dengan kebiasaan pada umumnya, yang dimana keluarga dari pihak laki-laki yang mengadakan kunjungan ke rumah pihak perempuan. Hal itu dilakukan untuk melakukan pengenalan pada calon mempelai wanita dan keluarganya.

Massuro

Pihak laki-laki akan datang ke rumah perempuan untuk membicarakan lebih lanjut tentang waktu pernikahan kedua mempelai, dan memberi uang penaik. Perempuan dengan pendidikan tinggi tentu jumlah uang panaiknya yang akan berbeda dengan perempuan yang pendidikannya rendah. Sama halnya dengan gelar bangsawan yang dimiliki oleh perempuan. Uang panaik ini berbeda dengan uang mahar.

Maduppa

Disebut juga dengan menyebarkan undangan pernikahan pada tamu yang diundang, hal itu menunjukkan orang yang nantinya akan hadir di pesta pernikahan. Kepala adat juga memperoleh kedudukan yang istimewa sebagai tamu undangan.

Kesenian yang dimiliki suku Bugis

Kesenian dari setiap daerah tentu berbeda-beda. Begitu juga dengan masyarakat Bugis yang mempunyai kesenian yang tak kalah menarik dengan suku yang lainnya. Kesenian dari Suku Bugis yaitu seni tari dan seni musik, berikut penjelasan lengkapnya :

Seni Tari Suku Bugis

Suku Bugis mempunyai kesenian yang menarik yang berupa tari-tarian. Tarian yang dibawakan oleh suku ini sangat indah dan memesona. Tarian tersebut diantaranya yaitu :

Tari Paduppa Bosara

Adalah tarian yang bermakna sebagai penyambutan tamu yang datang berkunjung. Yang juga merupakan penghargaan dan rasa terima kasih pada para tamu atas kedatangannya.

Tari Pakarena

Dalam bahasa setempat pakarena artinya main. Yang awalnya hanya digunakan untuk pertunjukkan di istana kerajaan. Yang dalam perkembangannya tarian ini semakin dikenal. Tarian ini juga mencerminkan sifat lemah lembut dan juga sopan santun seorang wanita.

Tari Ma’badong

Tarian ini digunakan di upacara kematian. Para penarinya akan menggunakan pakaian yang serba hitam, atau bisa juga bebas. Para penari akan saling mengaitkan jari keliling dan membentuk lingkaran. Tarian Ma’badong dilakukan dengan gerakan langkah yang silih berganti, yang diiringi dengan lagu yang menggambarkan kehidupan manusia dari lahir sampai mati.

Tarian Pa’gellu

Tarian ini digunakan untuk menyambut seseorang yang pulang dari berperang. Dibalik tarian heroik ini tersimpan peribahasa jangan sampai kacang lupa kulitnya, yang artinya sudah seharusnya kita menghargai jasa para pahlawan kita.

Tarian Mabissu

Tarian yang satu ini mempertontonkan kesaktian para bissu di Sigeri Sulawesi Selatan. Jenis tarian ini juga menunjukkan bagaimana kebalnya mereka pada senjata debusnya. Sehingga tarian ini terkesan mistis tetapi estetis.

Tari Kipas

Sesuai dengan namanya, para penari dengan menggunakan kipas dan diiringi sebuah lagu. Keunikannya adalah walaupun gerakannya lemah lembut tapi dibalik itu semua, irama yang dimainkan memiliki tempo yang cepat. Sehingga para penari harus mempertahankan gerakannya yang lemah lembut, dengan irama yang cepat.

Alat Musik Suku Bugis

Tak lengkap rasanya bila masyarakat memiliki tarian tapi tidak memiliki alat musik. Sama dengan masyarakat Bugis yang juga memiliki alat musik yang akan membantu melengkapi indahnya tarian mereka. Berikut alat musik tersebut :

  • Gandrang Bulo. Yaitu alat musik yang diambil dari nama gandrang dan bulo yang disatukan, artinya gendang dengan bambu.
  • Kecapi. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipetik dan digunakan saat acara hajatan, kawinan, dan lain sebagainya. Kegunaannya untuk memperkaya gabungan suara alat musik yang lainnya.
  • Gendang. Alat musik yang satu ini mirip dengan rebana yang berbentuk bulat panjang dan bundar. Sama dengan gendang yang lainnya, gendang milik masyarakat Bugis ini juga menghasilkan suara yang khas dan memberi irama yang bagus.
  • Suling. Terdiri dari tiga jenis, yaitu suling panjang (suling lampe), suling calabai (suling ponco), dan suling dupa samping. Biasanya alat ini digunakan untuk menyambut kedatangan tamu.

Rumah Adat Suku Bugis

Rumah adat Suku Bugis dibangun tanpa menggunakan paku satu pun, dan diganti dengan kayu dan besi. Jenis rumah ini terdapat dua macam, untuk jenis status sosial yang berbeda. Rumah Saoraja digunakan untuk kaum bangsawan, dan bola digunakan untuk rakyat biasa. Perbedaannya hanya pada luas kedua rumah dan besar tiang penyangganya.

Rumah ini terdiri dari tiga bagian yaitu Awa bola adalah kolong (bagian bawah) untuk menyimpan alat pertanian, alat berburu dan lain-lain. Badan rumahnya terdiri dari ruang tamu, ruang tidur, tempat menyimpan benih dan lain-lain. Di bagian belakangnya berfungsi sebagai dapur atau kamar tidur lansia dan anak gadis.

Arsitektur rumahnya mendapat pengaruh dari islam karena rumah di sana berorientasi menghadap kiblat, dan ada banyak lukisan yang bernuansa islami.
BACA JUGA : Istilah dan Silsilah Keluarga Suku Bugis

Pakaian Adat Suku Bugis

Masyarakat Suku Bugis memiliki baju adat yang disebut dengan baju bodo atau pendek. Pada awalnya baju ini dibuat dengan lengan pendek, dan tanpa dalaman. Seiring dengan berkembangnya zaman baju ini dibuat dengan menuutupi aurat, karena adanya pengaruh islam.

Baju bodo juga dipadukan dengan dalaman yang warnanya sama tetapi lebih terang. Untuk bagian bawahannya berupa sarung sutera yang berwarna senada.

Adat Istiadat Suku Bugis

Adat istiadat yang paling sering dilakukan adalah dengan menggelar upacara adat mappendang atau pesta panen bagi adat Suku Bugis. Upacara ini juga sebagai bentuk rasa syukur atas keberhasilan dalam menanam padi, dan juga memiliki nilai magisnya sendiri.

Upacara ini disebut dengan pensucian gabah, maksudnya adalah membersihkan dan mensucikan batang dan daunnya lalu langsung dijemur di bawah matahari. Upacara dilakukan dengan menumbukkan alu ke lesung silih berganti yang dilakukan oleh 6 perempuan dan 3 laki-laki yang mengenakan baju bodo.

Para perempuan yang beraksi di dalam bilik baruga dinamakan pakkindona dan para pria dinamakan pakkambona. Para pria akan menari dan menabur bagian ujung lesungnya. Bilik baruga yang digunakan berasal dari bambu, dan pagar yang dibuat dari anyaman bambu yang disebut dengan walasoji.

Itulah kebudayaan yang dimiliki oleh Suku Bugis yang saat ini dilakukan dengan turun menurun. Serta mempunyai nilai magis dan memperkaya hasanah budaya dengan nilai budaya yang ada di dalamnya, untuk tetap menjaga kesatuan.

Demikian pembahasan dan penjelasannya secara lengkap mengenai Suku Bugis, mulai dari adat perkawinan sampai adat istiadatnya. Semoga artikel ini berguna bagi anda semua, serta dapat menambah pengetahuan anda tentang suku-suku yang ada di Indonesia. Dirangkum dan dikutip dari berbagai sumber. Terimakasih.

Kategori
Riview

Ingin Beli Sabun Pencuci Botol Bayi yang Aman? Ketahui Hal ini

DARADAENG.COM – Pertimbangkan berbagai hal sebelum beli sabun pencuci botol bayi yang aman. Kehidupan manusia tidak terlepas dari kebutuhan sabun untuk mencuci atau membersihkan badan. Sedangkan bayi sendiri memiliki banyak kebutuhan yang tidak kalah dengan orang dewasa. Namun, memiliki perbedaan dengan pemilihan yang lebih tepat. Salah satu kebutuhan perlindungan bayi adalah penggunaan sabun pencuci botol yang harus aman dan berkualitas. Ini karena usia bayi yang memiliki tingkat sensitivitas yang tinggi.

Dengan demikian, Anda harus cerdas dalam memilih produk sabun cuci botol bayi yang aman. Saat ini, ada banyak sekali produk pencuci botol yang beredar di Indonesia. Tidak jarang membuat para Ibu bingung untuk memilih sabun pencuci botol bayi. Mulai dari mengecek merek produk, bahan yang digunakan hingga kelulusan dalam uji laboratorium juga harus menjadi perhatian Anda.

Ciri-Ciri Sabun Pencuci Botol Bayi yang Aman

Apa sih ciri-ciri sabun pencuci botol bayi yang aman? Anda bisa mengecek bagian keterangan komposisi bahan produk sabun. Yang mana, produk yang aman memiliki ciri-ciri telah lolos BPOM, memiliki kandungan atau bahan alami seperti pada bahan pewangi jeruk, memiliki kandungan gliserin yang aman untuk kulit, bebas alkohol dan tidak memiliki kandungan paraben yang disinyalir bisa menimbulkan penyakit yang berbahaya.

Kelebihan Sabun Pencuci Botol Bayi Yang Aman

Produk sabun cuci botol bayi yang aman tentunya memiliki kelebihan yang lebih berkualitas. kelebihan yang dimiliki seperti memiliki kandungan bahan yang aman bagi kulit maupun kesehatan bayi. Dengan bahan yang aman, maka produk yang dipilih merupakan produk yang berkualitas. Jadi, jika Anda membeli produk dengan ciri-ciri yang aman tentunya memiliki kualitas komposisi dan bagi kesehatan yang lebih baik.

Hal yang Perlu Di Perhatian Sebelum Memilih Sabun Pencuci Botol Bayi

Hal pertama yang perlu menjadi perhatian Anda sebelum memilih produk sabun untuk mencuci botol bayi adalah komposisi bahan yang digunakan. Pastikan Anda membaca dan memahami komposisi dengan baik. Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah merek dagang produk. Ini akan mempengaruhi dari segi kualitas keseluruhan produk sabun cuci. Yang tidak kalah penting adalah pada harga yang ditawarkan

Meski kelihatan sepele namun memilih sabun cuci yang tepat merupakan bagian yang penting untuk bayi Anda. Nah, untuk memberikan kemudahan dan kebutuhan yang aman bagi Anda dan bayi kini Sleek Baby tersedia sabun pencuci botol bayi yang berkualitas baik dan aman. produk ini menggunakan bahan yang aman dan mampu memberikan perlindungan dengan 8 proteksi, sehingga sabun pencuci botol bayi yang aman ini akan memberikan perlindungan maksimal.